Perayaan 100 Tahun Penemuan Macchu Piccu

Sejarah Harian mencatat bahwa pada tahun 1911, Hiram Bingham memutuskan untuk mencari "lost kota" suku Inca. Bingham menemukan Machu Picchu, yang kini merupakan situs yang paling dikunjungi di Peru. Dia melanjutkan petualangannya dan menemukan "lost city" suku Inca yang lain di Vilcabamba, di kedalaman sebuah hutan, lebih jauh lagi daripada letak Machu Picchu. Dalam pencarian tersebut, diharapkan bahwa peersediaan emas dan perak yang sangat besar akan ditemukan. Namun, sangat sedikit bijih berharga yang ditemukan. Justru, banyak artefak terutama tengkorak dan tulang, gerabah, dan peralatan yang ditemukan.

Peru akan merayakan ulang tahun ke-100 "penemuan" Bingham tersebut sepanjang tahun 2011 ini, tetapi acara besar akan dilaksanakan pada tanggal 7 Juli, tanggal ketika Machu Picchu ditabalkan sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Baru Dunia (pada tahun 2007). Perayaan besar lainnya akan dilaksanakan sekitar 24 Juli yang merupakan tanggal penemuan yang "sebenarnya".

Anniversary Trip
Tur peringatan khusus 100 ke Machu Picchu akan membawa kita ke Machu Picchu pada 24 Juli, 2011, tepat pada HUT ke-100 penemuan benteng terkenal tersebut oleh Hiram Bingham. Tur akan diantar oleh Christopher Henny, penulis beberapa buku tentang Hiram Bingham. Ini adalah kesempatan yang unik bagi siapa saja yang menginginkan pengetahuan yang mendalam tentang benteng yang terkenal.

Inca Trail untuk Machu Picchu
Pada tahun 1915, sementara para pekerja terus menggali tanah yang menimbun Machu Picchu, Hiram Bingham juga bepergian melewati sebuah jalur Inca tua, melintasi berbagai terusan, di sepanjang pegunungan, dan melalui hutan, sebelum tiba di Machu Picchu. Jalur ini sekarang dikenal sebagai Inca Trail, rute yang pada hari ini dapat dinikmati oleh para trekker.

Ada peraturan ketat untuk dapat melakukan perjalanan di Inca Trail tersebut, termasuk termasuk izin yang terbatas (500 izin setiap hari). Hal ini ditujukan untuk melestarikan lintasan tersebut dan daerah sekitarnya agar para pengunjung berikutnya juga dapat menikmatinya. Izin untuk 2011 sudah habis terjual sampai Juni dan setengah jatah untuk Juli juga sudah terjual.

Kereta Api ke Machu Picchu 
Cara termudah untuk mencapai ke Machu Picchu adalah dengan kereta api. Perjalanan Vistadome Kereta dimulai di Cusco atau Ollantaytambo dan menyusuri sepanjang Sungai Urubamba, tiba di Aguas Calientes, kota di kaki Machu Picchu. Sebuah shuttle bus akan membawa Anda ke pintu masuk Machu Picchu dan Anda akan menikmati tur ke benteng terkenal tersebut. Panduan Anda akan sangat membantu dalam memahami budaya Inca, sejarah situs dan pengalaman Hiram Bingham.

Kontroversi Peru-Yale
Macchu Piccu menimbulkan konflik antara universitas terbesar di AS, yaitu Yale University, dengan otoritas pemerintah Peru. Ketika Hiram Bingham membersihkan, menggali, dan menemukan gua dan bangunan, ia mengambil tulang-tulang, pecahan tembikar, dan artefak lainnya dan mengirim temuan-temuan tersebut ke Amerika Serikat lalu memberikannya kepada Yale. Kemudian, Peru meminta temuan-temuan itu kembali. Peru merasa bahwa artefak-artefak tersebut merupakan milik negara di mana artefak-artefak tersebut ditemukan. Yale tidak bersedia mengembalikan. Namun, setelah 100 tahun, melalui diskusi yang panjang dan proses pengadilan, kesepakatan telah dicapai di mana Yale akan memngembalikan sebagian besar artefak ke Peru. Sebagian besar dari artefak-artefak ini akan ditempatkan di sebuah museum baru di sekitar Cusco.

10:11 AM | Posted in , | Read More »

Candi Borobudur, Keajaiban Warisan Sejarah Indonesia

Ingin mendatangi salah satu monumen Budha terbesar di dunia? Candi Borobodur adalah tempatnya. Setelah berkunjung, Anda akan memahami mengapa Borobudur memiliki daya tarik bagi pengunjung dan merupakan warisan budaya Indonesia.

Dibangun pada abad ke-9 selama masa kekuasaan Raja Syailendra, bentuk Candi Borobudur memiliki aksitektur Gupta yang mencerminkan pengaruh India. Berdasarkan prasasti Karang Tengah dan Kahulunan, sejarawan J.G. de Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram kuno dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga dan membangun candi ini sekira 824 M. Bangunan raksasa ini baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

Diperkirakan, Candi Borobudur awalnya adalah tempat pemujaan. J.G. de Casparis memperkirakan bahwa Bhumi Sambhara Bhudhara dalam bahasa Sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur. Sebagian sejarawan juga ada yang menyatakan bahwa nama Borobudur ini berasal dari bahasa Sansekerta yaitu "Vihara Buddha Uhr” yang artinya Biara Buddha di Bukit.

Candi Borobudur berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, di puncak bukit yang menghadap ke sawah subur di antara bukit-bukit yang renggang. Cakupan wilayahnya sangat besar, berukuran 123 meter x 123 meter. Candi Borobudur ternyata dibangun di atas sebuah danau purba. Dulu, kawasan tersebut merupakan muara dari berbagai aliran sungai. Karena tertimbun endapan lahar, kemudian menjadi dataran. Pada akhir abad ke-VIII, Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra lantas membangun Candi Borobudur yang dipimpin arsitek bernama Gunadharma hingga selesai pada 746 Saka atau 824 Masehi.

Monumen ini merupakan sebuah arsitektur yang menakjubkan dan  terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja. Borobudur mirip bangunan piramida Cheops di Gizeh Mesir, bedanya terletak pada pola kepunden berundak.

Luas bangunan Candi Borobudur 15.129 m² tersusun dari 55.000 m³ batu, terdiri dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 cm x 10 cm x 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton.

Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang tersusun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jadi kalau rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya mencapai 3 km.

Memiliki 10 tingkat, di mana tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Sedangkan, tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, tapi sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir. Bagian paling atas di tingkat ke-10 terdapat stupa besar berdiameter 9,90 m, tinggi 7 m.

Arsitektur dan bangunan batu candi ini sungguh tiada bandingannya. Candi dibangun tanpa menggunakan semen. Strukturnya seperti sebuah kesatuan deretan lego yang saling mengukuhkan dan dibuat bersamaan tanpa lem sedikitpun.

Sir Thomas Stanford Raffles menemukan Borobudur pada 1814 dalam kondisi rusak dan memerintahkan supaya situs tersebut dibersihkan dan dipelajari secara menyeluruh. Proyek restorasi Borobudur secara besar-besaran kemudian dimulai dari 1905-1910.

Dengan bantuan dari UNESCO, restorasi kedua untuk menyelamatkan Borobudur dilaksanakan pada Agustus 1913-1983. Candi ini tetap kuat meski selama sepuluh abad tak terpelihara dan ditemukan kembali terkubur di bawah abu vulkanik. Tahun 1970-an, Pemerintah Indonesia dan UNESCO bekerja sama untuk mengembalikan keagungan Borobudur. Perbaikan yang dilakukan memakan waktu delapan tahun sampai dengan selesai dan saat ini Borobudur adalah salah satu keajaiban dan harta Indonesia dan dunia yang berharga.

Berbagai disiplin ilmu pengetahuan terlibat dalam usaha rekonstruksi Candi Borobudur yang dilakukan oleh Teodhorus van Erp padaa 1911, Prof Dr C Coremans pada 1956, dan Prof Ir Roosseno pada 1971.

Kita patut menghargai usaha mereka memimpin pemugaran candi mengingat berbagai kendala dan kesulitan yang dihadapi tidaklah mudah. Tahun 1991, akhirnya Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.

Candi Borobudur dihiasi dengan ukiran-ukiran batu indah pada reliefnya yang mewakili gambaran kehidupan Buddha. Para arkeolog menyatakan bahwa candi Borobudur memiliki 1.460 rangkaian relief di sepanjang tembok dan anjungan. Relief ini terlengkap dan terbesar di dunia sehingga nilai seninya tak tertandingi. Pembacaan cerita-cerita relief senantiasa dimulai dan berakhir di pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya. Mulailah pengamatan Anda dari sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbangnya.

Monumen ini adalah tempat suci bagi Sang Budha dan untuk ziarah kaum Budha. Tingkat sepuluh candi melambangkan tiga divisi sistem kosmik agama Budha. Ketika Anda memulai perjalanan mereka melewati dasar candi untuk menuju ke atas, mereka akan melewati tiga tingkatan dari kosmologi Budhis dan hakekatnya merupakan “tiruan” dari alam semesta yang menurut ajaran Budha terdiri atas tiga bagian besar, yaitu (1) Kamadhatu atau dunia keinginan, (2) Rupadhatu atau dunia berbentuk, dan (3) Arupadhatu atau dunia tak berbentuk.

Seluruh monumen itu sendiri menyerupai stupa raksasa, namun dilihat dari atas membentuk sebuah mandala. Stupa besar di puncak candi yang berada 40 meter di atas tanah. Kubah utama ini dikelilingi oleh 72 patung Budha yang berada di dalam stupa yang berlubang.***


Sumber: Okezone, Rabu, 13 April 2011

9:34 AM | Posted in , | Read More »

Boediono: Berita, Rosihan Saksi Sejarah Indonesia

Sejarah Harian Indonesia kembali mencatat duka. Rosihan Anwar meninggal pada usia 89 tahun. Rosihan dikenal sebagai wartawan, penulis, sejarawan dan aktor.

Wakil Presiden Boediono menilai, almarhum Rosihan Anwar, wartawan senior sekaligus penulis, sebagai sosok yang produktif. Boediono mengaku terkesan dengan wartawan lima zaman tersebut. Rosihan, menurutnya, tetap produktif berkarya hingga akhir hayat.

"Beliau adalah saksi sejarah Indonesia dan penuh dengan karya yang mendokumentasikan perjalanan bangsa ini. Karya ini sangat berguna bagi generasi yang akan datang," kata Boediono kepada para wartawan seusai melayat di rumah almarhum Rosihan, Jalan Surabaya Nomor 13, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2011).

Boediono mengatakan, masyarakat patut mencontoh nilai-nilai baik dari sosok Rosihan. "Saya kira kita semua menginginkan hidup yang penuh dengan karya dan produktif sampai akhir hayat. Luar biasa," kata Boediono.

Rosihan AnwarIn memoriam: Mengenang yang wafat mengembuskan napas terakhir di usia 89 tahun. Menurut keterangan pihak keluarga, ia mengalami sesak napas pada pagi hari. Pihak RS MMC Jakarta menyebutkan, Rosihan sudah mengembuskan napas terakhir sebelum tiba di rumah sakit. Cucu Rosihan, Almatania, menuturkan, kakeknya dibawa ke MMC pagi tadi dari kediamannya di Jalan Surabaya. Rosihan tampak sesak napas saat bangun tidur. Rosihan, menurut Almatania, baru satu hari menginap di rumahnya setelah menjalani operasi jantung dan dirawat di RS Harapan Kita.***

Sumber: Kompas, 14 April 2011

8:18 AM | Posted in , | Read More »